Langsung ke konten utama

3 Cara Cerdas dan Cepat Mengumpulkan DP untuk KPR

Harga rumah yang semakin mahal membuat banyak orang menggunakan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dari sejumlah bank. Padahal, ketika memutuskan untuk menggunakan KPR, seseorang pun harus menyiapkan uang muka atau down payment (DP) yang cukup tinggi.

Seseorang yang ingin mengajukan KPR harus menyiapkan DP sekitar 20 sampai 30% dari harga rumah. Tidak jarang, hal ini membuat banyak orang kesulitan mengajukan KPR atau harus meminjam uang terlebih dahulu. Meminjam uang merupakan cara yang kurang tepat, namun akan salah juga apabila niat membeli rumah jadi tertunda hanya karena DP yang belum siap.
Seperti diuraikan dalam Majalah Properti Indonesia (MPI) edisi Oktober 2016. logikanya, apabila terlalu lama mengumpulkan uang untuk membayar DP rumah, maka rumah yang diinginkan akan lebih dulu dibeli orang lain. Tidak hanya itu, harga rumah pun tentunya akan semakin naik. Alhasil, DP yang dikumpulkan jadi tidak akan pernah cukup.
Sebenarnya, ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk bisa mengumpulkan DP rumah dengan cepat. Setiap orang ternyata hanya perlu mengubah dan menerapkan kebiasaan baru dalam kehidupan sehari-harinya.

Miliki Target Pembelian
Apabila target sudah dibuat, maka hal yang perlu dilakukan adalah berhemat dan tentunya menabung. Sampai kapanpun DP rumah tidak akan terkumpul jika pendapatan bulanan tidak disisihkan untuk ditabung atau bersikap boros. Menabung pun harus disertai dengan sebuah strategi, yaitu kedisiplinan agar uang cepat terkumpul. Jangan sampai tidak menabung hanya karena ingin membeli barang lain.
Salah satu cara mudahnya adalah dengan langsung memotong penghasilan bulanan ketika gaji baru saja masuk ke rekening. Sebaiknya, pisahkanlah antara rekening yang biasa digunakan seharihari
dengan rekening tabungan.

Besaran uang yang harus disisihkan dalam kurun waktu sebulan biasanya sekitar 10 sampai 20 persen dari besaran penghasilan. Apabila ingin lebih cepat terkumpul dan memungkinkan, besaran tersebut bisa saja dinaikkan hingga mencapai 30 persen.

Tidak hanya mengandalkan penghasilan dari uang tabungan, cara lain yang dapat dilakukan yaitu melakukan pekerjaan tambahan. Tentunya pekerjaan tambahan yang dipilih adalah yang bisa dilakukan di waktu luang.

Atur Pengeluaran Bulanan
Cara tepat untuk mengontrol pengeluaran yaitu dengan membuat rincian pengeluaran. Buatlah rincian pemasukan dan pengeluaran secara rutin setiap bulan. Bahkan jika bersungguh-sungguh, rincian pengeluaran ini dapat dibuat setiap hari.
Dengan memiliki rincian pengeluaran, maka setiap uang yang dikeluarkan jadi lebih jelas. Uang bulanan pun tidak akan terpakai untuk membeli barang-barang yang tidak terlalu dibutuhkan.

Jangan Memiliki Utang
Memiliki utang merupakan salah satu hal yang dapat menghambat proses menabung untuk memiliki rumah impian. Setiap bulannya seseorang tidak akan bisa fokus menabung, melainkan akan lebih fokus dan memikirkan cara untuk membayar utang.
Kebiasaan seperti ini akan sangat berisiko ketika mengajukan KPR di kemudian hari. Bisa saja seseorang jadi tidak terbiasa untuk menghemat dan menyisihkan uang. Jika ter biasa mengandalkan uang hasil berutang, maka akan sulit membayar cicilan KPR dan berujung terkeda denda, bahkan rumahnya akan disita.
Apabila sudah merasa kesulitan, tidak jarang seseorang meminjam uang kepada orang lain untuk membayar utangnya. Hal ini tentunya membuat utang yang ada tidak akan selesai sampai kapanpun. Apabila terus berutang, impian impian untuk dapat membeli sebuah rumah harus dijauhkan.

sumber :  mpi.update.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PT. Eco Properti Internasional

Kami adalah tim portal properti online yang muda dan inovatif yang meng-kolaborasi-kan layanan Online and Offline propertI untuk mengurangi Carbon Foot Print, Global Warming and ikut berpartisipasi menyelamatkan dunia Kami sangat suka menjadi berbeda dan selalu berusaha untuk menciptakan trend Berikut adalah sekilas profil tentang kami :  Nama Perusahaan : PT. Eco Properti Internasional Kantor Pusat Ruko Bukit Palma Galeria RB 2 -15. Citraland. Surabaya. East Java. Indonesia Palem Lestari. Jakarta Barat. West Java. Indonesia ( segera akan dibuka ) Sertifikat AREBI ( Asosiasi Real Estate Broker Indonesia ) GBCI ( Green Building Council Indonesia ) VISION

Menentukan Nilai Wajar Sewa atau Jual Properti

Cara menentukan nilai wajar sewa atau menjual properti tidak lagi bisa mengandalkan nilai jual objek pajak (NJOP) dan Pajak Bumi Bangunan (PBB). Menurut praktisi investasi propeti Ryan Filbert, NJOP dan PBB di Indonesia dan kota besar tidak bisa diandalkan. Karena harga NJOP dan PBB bisa jadi hanya 25 persen. "Atau bahkan lebih keren lagi, hanya 15 persen dari nilai jualnya," ujar R yan dalam buku Rich Strategi Memiliki Perkebunan dan Pohon Uang Pribadi, Menurut dia, di daerah-daerah suburban yang kawasannya baru dibangun pertama kali NJOP dan PBB-nya jauh sekali dari harga transaksinya. Dia pun menilai nilai kewajaran harga sewa sebesar 5-8 persen per tahun dari nilai jual properti dapat dianggap masuk akal. "Jadi bila harga propertinya Rp1 Miliar, maka nilai sewa yang masuk akal adalah Rp50 juta per tahun. Ada juga cara melihat harga wajar properti dengan mengacu pada bunga deposito, meski hasilnya tidak jauh berbeda dengan 5 – 8 per...

Agen Properti ~ Peluang Usaha Modal Minim Untung Menjanjikan!

Bagi Anda yang sedang memikirkan  ide bisnis  atau pun sedang mencari usaha yang menguntungkan tanpa modal besar, mungkin menjadi seorang agen properti adalah salah satu jawabannya. Krisis ekonomi Indonesia dan maraknya korupsi yang menggerogoti negara tercinta ini tak membuat bisnis Broker/ Makelar Properti bisa dipandang sebelah mata. Coba kita perhatikan pertumbuhan property di Indonesia yang semakin meningkat setiap tahun, tentu Anda akan setuju dengan saya bahwa menjadi makelar property adalah salah satu  peluang usaha  yang sangat menjanjikan. Namun, walaupun peluang bisnis ini sangat menjanjikan, tidak berarti tanpa tantangan lho. Mari kita gali sedikit informasi tentang bisnis ini dengan membaca ulasan singkat berikut. Tentang Bisnis Agen Properti