Langsung ke konten utama

Tahapan Perizinan dalam Berbisnis Properti

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan, pihaknya tengah mengkaji Peraturan Menteri (Permen) untuk standarisasi proyek pembangunan sejuta rumah. Mengingat data standarisasi di setiap daerah masih berbeda-beda.
"Ada yang mengurus perizinan 157 hari ada yang 14 hari, harusnya antara tapak dengan rusun sama saja. Kita sederhanakan misal yang dianggap tidak perlu dua kali, satu kali saja," tutur Basuki di Kementerian PUPR.
Basuki mengatakan, pengembang harus dijembatani dalam merealisasikan program sejuta rumah. Terlebih, sejauh ini telah dibangun sekira 493 ribu unit untuk melaksanakan program itu.
"Itu bisa dilaksanakan asal dengan deregulasi, program satu juta rumah itu memang demandnya ada. Kemudian terkait izin dari 42 izin ingin kami press jadi delapan izin saja, di antaranya yang diubah ada Amdal, UKL/UPL dan IMB," ujarnya.
Sementara itu, pembangunan sejuta rumah tengah dilaksanakan sesuai dengan Penyertaan Modal Negara (PMN) yang disetujui. Sehingga, bila pembangunan akan ditambah diperlukan persetujuan pendanaan tambahan.
"Kalau mau nambah lagi dananya, harus dengan DPR sebab itu PMN. Makanya kita pakai strategi selisih bunga, Perpres untuk membangun 1 juta rumah sudah ada sedangkan Permen sedang siapkan," pungkasnya.
Sementara itu, Plt Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Maurin Sitorus mengatakan, dalam program satu juta rumah terdapat dana Rp 12,5 triliun. Diharapkan mampu membangun 500-600 ribu unit.
"Sisanya pakai anggaran Kementerian PU tahun 2016, ada anggaran PU Pera 2016 untuk 1 juta rumah sekitar Rp 7,6 triliun. Kemudian ada share rumah yang dibangun pengembang dan masyarakat sebanyak 300.000 unit, itu rumah formal yang dibangun pengembang dan yang dibangun swadaya masyarakat sendiri", ujarnya. (bn)
sumber  www.ayopreneur.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PT. Eco Properti Internasional

Kami adalah tim portal properti online yang muda dan inovatif yang meng-kolaborasi-kan layanan Online and Offline propertI untuk mengurangi Carbon Foot Print, Global Warming and ikut berpartisipasi menyelamatkan dunia Kami sangat suka menjadi berbeda dan selalu berusaha untuk menciptakan trend Berikut adalah sekilas profil tentang kami :  Nama Perusahaan : PT. Eco Properti Internasional Kantor Pusat Ruko Bukit Palma Galeria RB 2 -15. Citraland. Surabaya. East Java. Indonesia Palem Lestari. Jakarta Barat. West Java. Indonesia ( segera akan dibuka ) Sertifikat AREBI ( Asosiasi Real Estate Broker Indonesia ) GBCI ( Green Building Council Indonesia ) VISION

Agen Properti ~ Peluang Usaha Modal Minim Untung Menjanjikan!

Bagi Anda yang sedang memikirkan  ide bisnis  atau pun sedang mencari usaha yang menguntungkan tanpa modal besar, mungkin menjadi seorang agen properti adalah salah satu jawabannya. Krisis ekonomi Indonesia dan maraknya korupsi yang menggerogoti negara tercinta ini tak membuat bisnis Broker/ Makelar Properti bisa dipandang sebelah mata. Coba kita perhatikan pertumbuhan property di Indonesia yang semakin meningkat setiap tahun, tentu Anda akan setuju dengan saya bahwa menjadi makelar property adalah salah satu  peluang usaha  yang sangat menjanjikan. Namun, walaupun peluang bisnis ini sangat menjanjikan, tidak berarti tanpa tantangan lho. Mari kita gali sedikit informasi tentang bisnis ini dengan membaca ulasan singkat berikut. Tentang Bisnis Agen Properti

5 Hal yang Bisa Bikin Rumah Tidak Nyaman

Saat berjalan ke sebuah ruangan di dalam rumah, coba perhatikan bagaimana perasaan Anda. Apakah lingkungan Anda menginspirasi? Atau apakah Anda mengalami perasaan yang kurang menyenangkan? Jika perasaan yang kedua benar, Anda mungkin melihat kembali dekorasi dan kekacauan dalam ruang tersebut. Pasalnya, hal ini dapat berdampak pada emosi Anda sehari-hari, menurut para ahli. 1. Barang-barang anak Ini bukan hanya mainan yang berserakan di lantai. Namun, barang-barang tersebut bisa meliputi baju, aksesori, dan hasil karya anak. "Kekacauan dari anak-anak membuat orangtua khawatir karena sulit dibersihkan dan mencari ruang untuk menyimpannya," ujar psikologis Susan Bartell. Kekhawatiran tersebut berujung pada perasaan akan hilangnya kontrol, yaitu perasaan orangtua dengan anak-anak saat hal-hal tidak berjalan semestinya. Kotak-kotak mainan juga membuat orangtua merasa bahwa rumah tidak akan pernah bersih, sehingga tamu mungkin menilai rumah beranta...